"Jatuh Di Psikotes?"
Banyak pencari kerja yang 'bela-belain' merogoh kocek untuk latihan psikotes. Dengan tujuan supaya lulus dan diterima bekerja.
Sebelum telanjur jauh, perlu DILURUSKAN dulu. Istilah 'psikotes' sebenarnya tidak ada, atau itu sekadar merek dagang. Nama yang benar adalah 'TES PSIKOLOGI' atau Psychological Test / Psychological Assessment.
Lanjut...
Ada banyak kisah orang 'mengkambing-hitamkan' tes Psikologi yang menyebabkannya tidak lulus. Baik itu untuk kepentingan rekrutmen (seleksi masuk kerja), promosi jabatan, memperoleh beasiswa, dan yang lain.
Benarkah biang keladi dari 'kegagalan' itu karena tes Psikologi yang diikuti oleh kandidat menyatakan ia gagal?
Jawabannya: BUKAN.
Dapatkah tes Psikologi mempengaruhi penilaian akhir dari kandidat untuk dinyatakan berhasil/lulus atau gagal?
Jawabannya: bisa YA, bisa TIDAK.
Lho??!!?!?!!
Apakah sebenarnya Tes Psikologi itu?
Tes, berasal dari kata bahasa Inggris, 'test' yang berarti ujian atau percobaan. Psikologi adalah ilmu perilaku (manusia) beserta latar belakang munculnya perilaku, dapat berupa pikiran-pikiran, kumpulan perasaan, kehendak dan kecenderungan pribadi. Dengan demikian tes Psikologi adalah serangkaian ujian berkaitan dengan perilaku manusia yang berdasarkan pada latar-belakang atau dorongan-dorongannya.
Tes Psikologi berkembang seiring dengan berbagai penelitian Psikologi yang sudah berlangsung lama. Baik penelitian-penelitian yang bersifat kualitatif, kuantitatif dan eksperimen.
Ketika tes Psikologi dipergunakan dalam rangka seleksi/rekrutmen dan atau promosi, tujuannya bukan untuk menyatakan lulus atau tidaknya kandidat, namun cocok atau tidak kandidat tersebut dengan syarat-syarat pekerjaan yang dituju.
Seringkali ada begitu banyak kandidat memperebutkan satu atau dua posisi pekerjaan. Dalam hal ini tes Psikologi dapat menjadi 'cutting point' pada aspek kognitif, sebagai 'saringan awal' kecocokan/ketidakcocokan kandidat.
Selanjutnya rangkaian tes harus dikenakan secara lengkap.
Tes Psikologi tidak berdiri sendiri, namun terdiri atas rangkaian sub tes - sub tes yang mengukur kecenderungan perilaku dari berbagai aspek. Selain tes tertulis, peserta biasanya akan menghadapi wawancara dengan psikolog. Wwawancara termasuk salah satu metode pengukuran.
Pada umumnya hasil tes Psikologi dituangkan dalam kesimpulan berupa Psikogram atau Profil Psikologi.
Secara garis besar, kelompok atau klaster aspek-aspek Psikologi yakni:
• Kemampuan Berpikir (antara lain: Potensi Intelektual, Kemampuan Memecahkan Masalah, Logika, Kemampuan Verbal, Kemampuan Dasar Numerik, Pemahaman Wawasan)
• Kemampuan Bekerja (antara lain: Sistematika, Kecepatan dan Ketelitian, Daya Tahan Terhadap Stress, Kemampuan Merencanakan kerja dan Mengelola Tugas)
• Kepribadian (antara lain: Kestabilan dan Pengelolaan Emosi, Kemampuan Beradaptasi, Hubungan Antar Pribadi, Kecenderungan Karakter Utama).
Dari uraian singkat di atas, dapat dipahami bahwa tes Psikologi bukan alat yang menjatuhkan peserta tes. Jika berfungsi sebagai alat seleksi, lebih untuk memetakan sejauh mana kandidat 'fit' dengan persyaratan jabatan dan visi perusahaan/organisasi.
Tes Psikologi tak dapat dipelajari sebelum menghadapinya. Justru persiapan menjelang tes Psikologi adalah kesehatan prima, pikiran yang jernih, perasaan positif dan kemauan atau kesediaan mengikutinya dengan baik dari awal hingga akhir. Persiapan-persiapan seperti itu akan dapat mempengaruhi mental seseorang sebelum memasuki suasana tes. Lebih-lebih saat memasuki tahap wawancara.
Selamat berkarya.
NNC®
Nama Nuansa Carita (Corp.)
•Layanan Psikologi: Konsultasi, Asesmen untuk Rekrutmen-Promosi-Pemetaan-Profiling, Terapi, Tes Psikologi, Profil Psikologis, dll, •Pelatihan, Seminar, Pengelolaan Acara (EO),
•Pembuatan Modul dan SOP,
•Photo Work & Photo Art
**blog:
http://nnc-temanchatting.blogspot.com/
**twitter: @NNC_Comm
**email:
nconsultant.indonesia@gmail.com
rinny.nnc@gmail.com
nanahartoyo.nnc@gmail.com
**Direct Contact:
+62 822 2509 0518 (SMS/WA/CALL)
+62 813 8095 2248 (SMS/WA/CALL)
No comments:
Post a Comment