Pages

Monday

Seri Artikel NNC®: E M P A T I

Seri Artikel |Nama Nuansa Carita®|

Makin sering orang memakai istilah EMPATI ketika sedang berhadapan dengan orang lain yang berada dalam kondisi sulit, ditampilkan antara lain melalui kata-kata dalam suatu komunikasi.
Hingga tak jarang terdengar ada orang yang mengatakan,
"Saya berempati terhadap masalah yang anda hadapi."
Atau,
"Saya sungguh merasa empati pada anda dan keluarga atas musibah ini."

Ada pula situasi ketika seseorang mengatakan kepada orang lain (sebut saja A kepada B) tentang peristiwa yang dihadapi C. Misalnya,
"Saya empati terhadap C atas kesedihannya. Dia sedang berada dalam masa-masa sulit saat ini, karena rumah tangganya guncang. Pasangannya selingkuh."

Sebenarnya contoh-contoh di atas itu keliru untuk memaknai EMPATI. Apalagi contoh terakhir, jelas-jelas itu cenderung merupakan pembicaraan gossip, sama sekali bukan empati.

EMPATI tidak sekadar kata-kata dan kata "empati" yang diungkapkan. Empati melibatkan emosi (perasaan) yang khas, individual, jujur, sungguh-sungguh, penuh perhatian, disertai pengamatan seksama terhadap orang lain pada suatu saat tertentu.

Dengan kata lain, EMPATI atau EMPATHY, adalah kemampuan seseorang untuk turut menghayati perasaan orang lain, baik itu yang berkaitan dengan kesedihan maupun dengan kebahagiaan.

Kata "empathy" (English) diserap dari bahasa Yunani, ἐμπάθεια (empatheia), yang artinya sangat berkaitan dengan perasaan, dan atau suatu gairah. Lebih jauh menggambarkan tentang suatu kondisi 'lebih' dalam memahami, menjelaskan dan menghayati perasaan orang lain.

Beragam spektrum yang dikembangkan untuk lebih menjelaskan soal EMPATI antara lain:
•turut merasakan dengan mengalami perasaan-perasaan yang dialami orang lain (dalam konteks memberikan pertolongan)
•mengetahui dan memahami yang dipikirkan dan dirasakan orang lain
•pembauran antara diri sendiri dan orang lain.

Simon Baron-Cohen (2003) mengatakan:
Empati merupakan kondisi masuknya seseorang pada pikiran-pikiran dan perasaan orang lain, yang terjadi secara spontan dan natural (tidak dibuat-buat).
Lebih jauh dijelaskan, empati terdiri atas 2 (dua) komponen utama, yakni kognitif dan afektif.
Kognitif berkaitan dengan proses memahami perasaan orang lain dan kemampuan untuk berpikir sesuai dengan perspektif orang lain tersebut.
Afektif berkaitan dengan respons emosi yang tepat terhadap emosi orang lain yang sesuai isi perasaannya pada saat itu.

Berdasarkan teori singkat di atas, jelas bahwa empati itu suatu perbuatan.
Ketika orang menghadapi orang lain yang sedang 'curhat', maka ia akan mengerahkan pikirannya untuk menangkap hal-hal yang tersirat dari curhat orang lain itu, bukan hanya kata-kata yang disampaikannya saja. Kemudian ia menampilkan respons emosi yang sesuai dengan hasil pengamatannya terhadap perasaan orang lain. Respons emosi tertampil melalui ekspresi wajah, gerakan tubuh, juga kata-kata yang dilontarkan sebagai balikan.

Contoh, orang sedang bercerita mengenai kesedihannya karena baru saja kehilangan pekerjaan. Terlihat orang itu benar-benar dirundung perasaan sedih yang mendalam. Matanya berkaca-kaca, bibirnya bergetar, kata-katanya kadang tidak runtut, dan sebagainya.
Respons emosi yang merupakan wujud dari empati dapat berupa sentuhan di pundak, pelukan hangat, ekspresi wajah serius dan penuh perhatian.
Ingat! Ekspresi itu muncul dengan spontan karena anda ikut merasakan kesedihan orang yang sedang bercerita. Tapi anda tetap masih dapat mengendalikan diri untuk tidak ikut hanyut hingga menangis bersamanya. Anda merasakan sedihnya, tapi pikiran anda mengendalikan konsentrasi untuk terus mengamati dan memberikan perhatian penuh kepadanya.

Empati terjadi melalui ketulusan hati.
Tulisan ini mungkin terlalu singkat untuk memberikan gambaran utuh dan real tentang EMPATI. Kita perlu berlatih dalam suatu program yang sistematik. NNC-TEMANCHATTING™ melalui |Nama Nuansa Carita®| salah satunya.


NNC®
Nama Nuansa Carita (Corp.)
•Layanan Psikologi: Konsultasi, Asesmen untuk Rekrutmen-Promosi-Pemetaan-Profiling, Terapi, Tes Psikologi, Profil Psikologis, dll, •Pelatihan, Seminar, Pengelolaan Acara (EO),
•Pembuatan Modul dan SOP,
•Photo Work & Photo Art

**blog:
http://nnc-temanchatting.blogspot.com/

**twitter: @NNC_Comm

**email:
nconsultant.indonesia@gmail.com
rinny.nnc@gmail.com
nanahartoyo.nnc@gmail.com

**Direct Contact:
+62 822 2509 0518 (SMS/WA/CALL)
+62 813 8095 2248 (SMS/WA/CALL)

No comments:

Post a Comment

Mengapa Anda membutuhkan kami?

Subjek terbesar dan terutama dari suatu organisasi adalah Manusia. Anda pasti setuju.

Perusahaan yang maju dan berkembang disebabkan oleh Manusia atau orang-orang handal di dalamnya.


Kelompok usaha yang berhasil, tak lain karena lagi-lagi Manusia yang mumpuni.


Institusi Pendidikan dikategorikan terbaik, karena berhasil mengukur dan mengembangkan Manusia-manusia di dalamnya; siswa, mahasiswa, bahkan alumni.


Kami dapat membantu Anda dengan sangat baik dan fleksibel untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. NNC menyelenggarakan pengukuran-pengukuran yang tepat dan konsultasi yang selaras demi kemajuan dan keberhasilan Anda. Termasuk mempersiapkan dan mengelola produk dan program yang mendukung Anda, Organisasi Anda dan Manusia di dalam organisasi.


Salam semangat!
Motto
“Serve you as a very special person”

NNC Quote #1
Increasing in networking, by paying everything forwarding in loving and surrendering

NNC Quote #2
Delivering psychological services had been built and based on keeping in professional, accountable, and trust-worthy
Providing some training, seminar, workshop, and learning process with spirit to help people's progressing and advantage as well
Organizing and managing every single event with love and joyfulness

Cluster of services
Human Resources Consultation
Psychological Services
Psychological Assessment
Psychological Tests
Counseling
Psychotherapy
Soul Healing
Learning Provider
Seminar Training (in-house and outing)
Workshop
Discussion Group
Similar Concern Community
Organizer and Production Event and its properties
Program Tailor made regarding to client’s need