Hidup, adalah perjalanan.
Lazimnya perjalanan memiliki tujuan.
Apakah tujuan hidup kita?
Sebagian orang sudah tahu persis tujuan hidupnya. Namun banyak juga yang belum tahu, bahkan ada yang kurang peduli dengan tujuan hidup, yang penting menjalani saja kehidupannya seperti air mengalir.
Mana yang benar? Mana yang salah?
Tidak ada.
Segala sesuatu yang dipilih dan dijalani orang mengandung konsekuensi masing-masing.
Hal utama dan terutama adalah mengetahui konsekuensi dari setiap jalan, memahaminya, menerima, dan kemudian menjalani konsekuensi itu.
Demikian.
Apa kaitannya dengan tujuan hidup?
Sesungguhnya setiap orang punya tujuan yang sama yang diberikan oleh Pemberi hidup, yakni mati.
Orang-orang skeptik mungkin bertanya:
Mengapa kita hidup kalau akhirnya toh mati juga?
Atau,
Untuk apa terlalu rumit mencari dan menemukan visi-misi hidup jika tujuan hidup itu pasti mati?
Atau,
Bukankah lebih baik kita ikuti saja aliran kemana hidup ini membawa kita?
Dan sebagainya.
Itu semua adalah pertanyaan-pertanyaan kritis. Maka diperlukan pula jawaban kritis.
Siapa yang menjawab?
Diri kita sendiri!
Karena pertanyaan-pertanyaan dan jawaban-jawaban itu adalah BUKU KEHIDUPAN.
Kita sudah telanjur hidup. Tak terbantahkan.
Apakah diri kita ingin mencelupkan buku kehidupan kita ke dalam kolam air panas hingga buku itu cepat hancur dan tak menyisakan apa-apa?
Ataukah kita ingin menulis lembar demi lembar buku kehidupan kita, menyampulnya dengan baik, lalu mewariskan kepada setiap yang mengenal dan yang akan mengenal kita nanti?
Ada yang bilang, saat sejak dilahirkan hingga menjalani kehidupan, manusia tidak diberikan petunjuk pelaksanaan dalam perjalanan tersebut.
Pendapat penulis, pernyataan di atas kurang tepat.
Justru petunjuk-petunjuk sudah tersedia di sekitar kehidupan kita. Petunjuk yang terpapar berupa intuisi, isyarat, suara hati, pemikiran-pemikiran, pengalaman orang lain, bahkan penelitian-penelitian dan ilmu pengetahuan.
Terakhir yang penting, adalah petunjuk dari Sang Pemberi hidup itu sendiri, yang diyakini setiap orang berdasarkan 'microchip spiritual' di dalam daging yang memancarkan energi rohaniah.
Pertanyaan selanjutnya,
Maukah kita hidup sia-sia?
Petunjuk perjalanan hidup antara lain mungkin saja seperti ini:
Lihat diri kita 5, 10, 15, 20, 40 tahun ke depan. Seperti apa bayangan itu? Kita ingin ada di tempat dan situasi seperti apa?
Naiklah tinggi ke awan. Lihat yang ada di bawah sana. Tidak ada jalan menuju tempat yang kita bayangkan tadi. Tempat itu terhalang hutan belukar yang lebat. Tempat yang kita bayangkan ada di seberang hutan lebat itu.
Bisakah kita sampai di sana?
Bisa!
Caranya?
Turunlah lagi dari awan itu. Temukan sesuatu untuk membabat hutan belukar setahap demi setahap. Buat jalannya. Buat! Itu perjalanan kita!
Kita harus berusaha.
Kadang lelah. Perjalanan penuh rintangan. Godaan fatamorgana juga bermunculan.
Tapi kita punya semangat, antusiasme, keyakinan dan keberserahan untuk menuntun kita dalam perjalanan ini.
Hal instan hanya ada di dalam dongeng.
Sanggup?
Beberapa kutipan di bawah ini juga dapat menjadi petunjuk. Setidaknya bagi penulis, dan berharap juga bagi Anda.
Quotes:
"Hidup adalah sejumlah pilihan yang kamu buat." ~ Albert Camus
"Bertumbuhlah di tempat kamu ditanam." ~ Proverb
"Terlalu sering kita meremehkan kekuatan sentuhan, senyuman, kata-kata yang baik, telinga yang mendengarkan, kejujuran, perhatian. Kendati semua itu besar potensinya dalam mengubah kehidupan." ~ Leo Buscaglia.
"Jika kamu memandang jauh ke dalam hatimu, dan kamu tidak menemukan hal yang keliru di sana, apakah yang kamu khawatirkan? Apakah yang perlu ditakutkan?" ~ Confucius
"Tuhan memberikan hidup. Kita menjalaninya. Orang lain mengomentari." ~ Deddy Corbuzier #HitamPutih
"Jika Kita Menghakimi Orang, Kita Tidak Punya Waktu Untuk Mengasihi Mereka." ~ Bunda Teresa
"Tak ada jalan pintas untuk sebuah kesuksesan. Bila kita terpesona pada kenyamanan yang diberikan oleh kesuksesan, kita bisa lupa pada keharusan untuk berupaya." ~ @eNHaJogja
"Mulailah, teruslah berjalan, mulailah lagi. Dalam seni dan kehidupan, hal itulah esensi irama hidup." ~ Seamus Heaney
||Artikel ditulis oleh: RinnySoegiyoharto @rinnypsy||
NNC®
Nama Nuansa Carita (Corp.)
•Layanan Psikologi: Konsultasi, Asesmen untuk Rekrutmen-Promosi-Pemetaan-Profiling, Terapi, Tes Psikologi, Profil Psikologis, dll, •Pelatihan, Seminar,
•Pengelolaan Acara (EO),
•Pembuatan Modul dan SOP,
•Photo Work & Art
http://nnc-temanchatting.blogspot.com/
e-mail addresses:
• nconsultant.indonesia@gmail.com
• rinny.nnc@gmail.com
• nanahartoyo.nnc@gmail.com
Direct Contact:
+62 822 2509 0518 (SMS/WA/CALL)
+62 813 8095 2248 (SMS/WA/CALL)
No comments:
Post a Comment