Maraknya program 'motivasi' dengan berbagai kemasan, baik pelatihan, seminar, kutipan-kutipan via media sosial, maupun coaching dan counseling, menyajikan ragam pilihan bagi setiap orang.
Kebutuhan akan motivasi memang tinggi. Ibarat bahan bakar kendaraan, manusia butuh motivasi terhadap mentalnya agar dapat terus berjalan menggapai kondisi tertentu yang menghadirkan perasaan berhasil dan bahagia.
Motivasi hadir dalam berbagai bentuk. Selain program yang berbeda-beda, juga sajian-sajiannya. Dapat itu berupa kata-kata yang kemudian menjadi kutipan yang diminati banyak orang untuk memotivasi diri sendiri dan atau dibagikan kepada orang lain. Dapat itu berupa sesi konsultasi pribadi atau kelompok, yang dalam hal ini orang perlu merogoh kocek untuk ongkos konsultasi.
Dapat juga berupa rangkaian sesi dalam pelatihan yang difasilitasi motivator-motivator, mulai motivator yang sudah 'punya nama' hingga yang baru mulai menjadi motivator. Biasanya ongkos pelatihan bervariasi.
Bagaimana hasil dari motivasi yang dikutip dan diikuti orang?
Testimoni peserta sangat dibutuhkan para motivator. Tentu saja testimoni yang mendukung 'nilai jual' program motivasi yang akan dipakai dan ditampilkan oleh motivator.
Bagaimana dengan testimoni dari orang-orang yang 'merasa gagal'?
"Aaahh... Itu masalah loe!"
Kata-kata seperti itu yang mungkin ingin disampaikan pihak penyelenggara, meski pasti dibungkus dengan ungkapan klise, misalnya: gagal adalah sukses yang tertunda.
Dan sebagainya.
Dengan kata lain tersirat arti, motivator tidak pernah salah.
Ahhaayy...padahal motivator juga manusia.
Itulah salah satu yang dapat tergolong "motivasi yang tidak memotivasi".
Kendati, jika dianalisis sedikit dalam, yang namanya motivasi tentunya harus memotivasi, setidaknya menginspirasi.
Hal lain dapat juga terjadi adalah isi motivasi yang 'menguap'. Ada sedikitnya dua sebab, pertama karena orang/peserta butuh penguatan terus-menerus, kedua mungkin karena motivator adalah pembicara namun bukan pelaku isi motivasi yang disampaikannya. Ibarat seorang yang tidak bisa berenang mengajarkan tentang cara berenang.
Sesungguhnya, motivator terbaik adalah diri sendiri. Orang lain adalah penguat dari luar yang mengkonfirmasi motivasi yang sudah ada di dalam diri kita masing-masing.
Kenalkah Anda pada motivasi di dalam diri Anda?
................................................
Memperkenalkan: TEMANCHATTING™
Hubungi NNC via email: nconsultant.indonesia@gmail.com
untuk penjelasan lengkap.
Juga follow twitter @NNC_Comm
#RinnySoegiyoharto
Powered by Telkomsel BlackBerry®
No comments:
Post a Comment